kata-kata bijak

Kisah Yang Dirahasiakan di Era Komunis – Tak Disangka

Kisah ini berasal dari teman senior saya yang berasal dari salah satu negara di Eropa. Dia tumbuh besar sebagai seorang ber-agama di masa komunis. Untuk beberapa alasan beliau tidak mau identitasnya dituliskan dalam artikel ini.

Mari kita panggil dia dengan nama ‘Bob’. Bob adalah anak ke-3 dari 4 bersaudara. Kakak pertama Bob meninggal karena penyakit yang saat itu belum ditemukan obatnya. Kakak ke-2 Bob adalah seorang perempuan baik hati. Dan Adeknya Bob yang hanya berbeda satu tahun dengan Bob adalah anak laki-laki kecil yang pemalu.

kata-kata bijak

Keluarga Bob adalah keluarga yang berbeda. Keluarga Bob percaya bahwa bumi ini diciptakan oleh Allah yang Maha Kuasa dan yang adalah Kasih. Mereka sekeluarga mengikuti ajaran Allah dan beribadah setiap Jumat jam 18.00 sampai hari Sabtu jam 18.00. Mereka isi hari ibadah itu dengan membicarakan kehebatan Allah.

Namun untuk memiliki Agama di masa komunis bukanlah suatu hal yang baik. Bob dan saudaranya harus dipaksa tetap bersekolah hari Sabtu namun mereka tidak mau. Kepala sekolah sungguh kesal dengan Bob dan saudara-saudaranya sehingga saat upacara sang Kepala Sekolah berkata, “Kalian tahu, sekolah kita seharusnya menjadi sekolah nomor 1 di negara ini. Tapi karena ada beberapa anak yang suka berimajinasi dan mempercayai hal yang tidak nyata maka nama sekolah kita tercoreng.”

Saat itu seluruh barisan menatap dingin Bob dan saudaranya. Lalu kepala sekolah melanjutkan, “Ingin rasanya saya menghabisi anak-anak bodoh yang saya katakan. Tapi berdasarkan hukum saya tidak diizinkan melakukan itu. TAPI… hukum tidak melarang siswa yang merasa tergerak membela sekolah kita untuk mengambil tindakan.”

kata-kata bijak

Hari itu seharian penuh teman-teman Bob menghina-hina bahkan meludahi Bob. Bob tidak bisa melapor kepada guru karena guru-guru komunis memiliki gagasan yang sama dengan kepala sekolah.

Akhirnya lonceng pulang sekolah berbunyi. Bob datang ke kelas kakaknya dan menemui darah ada di bibir kakaknya. Bob sedih dan marah melihat hal itu namun sang Kakak hanya berkata, “Ayo kita ke kelas adek dan segera pulang ke rumah”

Saat mereka tiba di kelas si bungsu mereka tidak melihat adik kecil mereka itu. Mereka bertanya kepada teman-teman sekelasnya dan mereka berkata bahwa si bungsu diseret ke belakang sekolah oleh teman-temannya. Dengan bergegas Bob dan Kakaknya berlari ke belakang sekolah dan menemukan adek kecil mereka meringkuk di tanah berusaha melindungi diri dari 10 orang yang berusaha menendangi dia.

Tanpa berpikir Bob segera berlari dan memukuli 10 murid yang menendangi adeknya itu. 10 anak itu dengan segera bersatu menyerang Bob dan memukulinya sampai rahangnya patah. Mereka berkata, “Mana Allah yang kalian sebut-sebut itu? Suruh ke sini biar kami habisi.”

Mendengar Allahnya dihina, dengan sepenuh tenaga Bob melawan mereka dan berdiri. Bob berteriak, “Allah itu ada!!!”

10 anak itu tertawa, “HAHAHA! Oh ya? Coba tunjukan mana Allah? Bisa apa Allah? Menolong kalian saat ini aja gak bisa. Allah apaan itu?”

kata-kata bijak

Dengan penuh kuasa Bob berkata, “Allahku bisa mengalahkan kalian bahkan pohon besar itupun bisa ditumbangkannya” Bob menunjuk pada 1 pohon berbatang tebal besar tinggi yang kekuatannya menjadi kebanggaan sekolah.

“HAHAHA! Oh ya? Mana ada…,” saat anak itu sedang berbicara sebuah kilat besar dari langit turun ke atas pohon besar itu dan membelah dua membakar pohon itu. Lalu pohon itu tumbang menindih mobil kepala sekolah.

Mereka semua terkejut tidak dapat berkata apa-apa. Bob mengadahkan wajahnya yang babak belur ke langit dan tersenyum, “Makasih Allah.” Lalu 10 anak itu lari meninggalkan Bob dan saudaranya.

Bob bercerita pada saya bahwa saat itu cuaca sangat cerah, langit tidak berawan, dan matahari bersinar sangat terang. Kilat itu benar-benar perpanjangan tangan Allah. Kejadian itu tersebar luas ke seluruh sekolah dan tidak ada yang berani mengganggu Bob dan kedua saudaranya lagi.

Kisah Bob mengajarkan saya bahwa mengikuti Allah itu tidak mudah karena setan akan selalu melawan. Tapi saya harus selalu mengingat dalam segala pencobaan serta tantangan yang saya hadapi, Allah selalu menjagai saya dan siap sedia se-cepat sebuah kilat Allah akan mengulurkan tangannya ke bumi menolong saya, kamu dan kita semua.

Semoga kisah ini bisa menguatkan kita semua dan jika kamu masih butuh kisah menguatkan lainnya, ayo cek bagin ‘Cerita Pendek’ di website kami. Kalau kamu ingin membagikan ceritamu, ayo tulis di bagian comment atau mention kita di twitter, facebook atau instagram.

@imanbijisesawi

Iman Biji Sesawi

@imanbijisesawi

One Comment on “Kisah Yang Dirahasiakan di Era Komunis – Tak Disangka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *